Cerpen

BERJEMUR DI BAWAH REMBULAN

oleh: Ridho Prasetiawan ACT 46: ECLIPSE Apakah kita ini di hadapan kesia-siaan? Kamar 1709. Tiga lantai menuju atap. Di balik lembaran kaca tinggi di depanku, angin kota menyikat habis keinginan-keinginan akhir bulan. Kendaraan hilir mudik dari kelab malam seberang gedung. Satu orang keluar terhuyung, lalu muntah tepat di samping petugas keamanan. Beberapa temannya mengarahkan kamera …

BERJEMUR DI BAWAH REMBULAN Read More »

Teater Cicak

Cerpen oleh Robbyan Abel Ramdhon Ilustrasi oleh Fauzi Brilliawan M Albert dan Jong naik ke kasur dengan gerakan yang super hati-hati. Keringat mereka langsung tercetak di seprai biru, membuat seprai itu tampak seperti langit di hari terakhir musim hujan. Di balik selimut setipis kertas, Jong menempelkan pipinya di dada kiri Albert. Dia bisa merasakan jantung …

Teater Cicak Read More »

Penulis yang Terburu-buru

Oleh: Aldinza Muhammad Belajar dari kejadian sebelumnya, pemuda #52 tidak mau lagi menghabiskan waktunya untuk memblokir dirinya sendiri dari dunia luar hanya untuk menulis. Ia bahkan sampai kehilangan hitungan waktu, yang lebih buruk lagi, berat badannya turun drastis karena nafsu makannya hilang, kulitnya juga memucat, selain itu, di sekitar tengkuk dan lehernya tumbuh benjolan gatal …

Penulis yang Terburu-buru Read More »

1982

Oleh: Aldinza Muhammad Ini adalah satu dari sekelumit kesialan yang menimpanya. Ia harus naik bus kelas ekonomi. Bertahan di tengah hawa panas dan bau kecut penumpang lain yang sepertinya sudah biasa hidup dengan suasana neraka macam itu. Meski ia gunakan masker tebal menutupi wajahnya, bau itu tetap berhasil menelusup masuk ke lubang hidungnya, membuat perutnya …

1982 Read More »